Ratusan PKL Pedati Datangi PPPJ Kota Bogor Tagih Relokasi yang Dijanjikan

Ratusan PKL Pedati Datangi PPPJ Kota Bogor Tagih Relokasi yang Dijanjikan

 

Mediabogor.id, BOGOR- Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Pedati yang terkena imbas penertiban PKL oleh Pemkot Bogor, mendatangi Pasar Bogor unit Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPPJ). Mereka mempertanyakan lapak relokasi yang dijanjikan oleh Pemkot Bogor melalui PPPJ dan Dinas UMKM.

“Kami datang kesini untuk melakukan survei kelayakan tempat apakah memadai atau tidaknya,”ungkap Itang salah satu perwakilan pedagang Pedati, Selasa (02/06/2020).

Ia mengatakan, relokasi yang dilakukan Pemkot Bogor sudah jelas tidak sesuai dengan Perda nomor 11 tahun 2019 tentang PKL, maupun aturan perundangan lainnya. Sebab hingga saat ini, pedagang belum mendapatkan Tanda Daftar Usaha (TDU) dan belum mendapatkan hak tempat untuk berjualan di Pasar Bogor sesuai dengan yang dijanjikan Walikota Bogor.

“Kami pedagang menilai bahwa tempat penampungan pedagang di Pasar Bogor ini tidak layak. Relokasi PKL ini tidak sesuai dengan Perda nomor 11 tahun 2019. Kami menuntut hak hak kami sebagai pedagang sesuai dengan yang dijanjikan pemerintah,” ujarnya.

Lanjut Itang, menyangkut soal SK tim penataan terpadu bersama karena secara undang undang harusnya relokasi PKL itu ada tim kordinasi dan melibatkan unsur pedagang. Bagaimana dengan kelayakan gedungnya, kemudian tempat usahanya secara ekonomi maupun lain lainnya, termasuk ventilasi udara, saluran pembuangan air dan lain sebagainya. “Kami berharap Pemkot melakukan kaji ulang dan tempat relokasi di Pasar Bogor ini sangat tidak layak,” jelasnya.

Pedagang lainnya, Uji Syam mengatakan para pedagang merasa keberatan karena memang PKL direlokasi atas nama peraturan, sementara peraturan peraturan itu pula yang tidak dilaksanakan. Jadi seolah olah Pemkot melakukan relokasi PKL menggunakan standar ganda.

“Kami mohon ini disampaikan tolong di kaji ulang semua harus sesuai aturan. Kami semua mengikuti aturan, sampai hari ini saya pastikan jalan Lawang Seketeng dan Jalan Pedati steril tidak ada bangunan semi permanen, itu sudah komitmen kami, tapi di lain pihak ternyata kami hari ini kami ingin menuntut hak kami. Tempat sudah disiapkan dan siap mengakomodir seluruh pedagang tetapi devinisinya tempat ini tidak layak,” tandasnya.

Pedagang juga menolak jika dialihkan ke tempat lain karena di perjanjian awal bahwa tempat berjualan direlokasi ke Pasar Bogor. “Kami ingin mendapatkan tempat berjualan yang layak sesuai dengan yang dijanjikan oleh Walikota,” imbuhnya.

Kedatangan ratusan pedagang, disambut Kepala Unit Pasar Bogor, Untung Tampubolon. Setelah dilakukan dialog, akhirnya para pedagang membubarkan diri. Untung mengatakan, kedatangan pedagang untuk mempertanyakan soal lahan yang disiapkan oleh PPPJ di Pasar Bogor, baik di lantai 1, 2, dan 3. Semua pedagang akan dimasukan kedalam pasar sesuai dengan komoditinya masing masing.

“Pedagang meminta tempat berjualan agar tidak terlalu kecil. Kedua dijalan roda steril pedagang. Kita selaku kepala pasar hanya bisa mengakomodir daripada jumlah pedagang 696 dengan tempat yang bisa kita berikan untuk para pedagang itu 439 di Pasar Bogor. Sisanya akan ditampung di pasar Cumpok dan Sukasari,” katanya.

Untung menyebutkan, dari 696 pedagang eks Lawang Saketeng dan Pedati, sudah ada sekitar 250 pedagang yang daftar. “Saya mengimbau agar pedagang mendaftar dulu, ambil tempat dulu karena tempat itu akan kita berikan kepada pedagang yang sesuai yang sudah terdaftar nama Dinas UMKM. Adapun tempat yang ada sekarang ini yang memang kondisinya begini, saya rasa begitu,” jelasnya.

Jadi adapun keluhan keluhan dari pedagang akan disampaikan kepada pimpinan Direksi PPPJ. Ketika pedagang sudah daftar, maka mereka akan menjadi binaan PPPJ. “Untuk sementara ya kita bisa mengakomodir begini, semoga pedagang memaklumi kondisi di Pasar Bogor ini. Kami akan berusaha menampung seluruh pedagang, kalau tidak tertampung, maka akan dialaihkan ke pasar yang lain,” tutupnya. (Nick)