Pengrajin Kurungan Ayam dari Bambu Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Jaman

Pengrajin Kurungan Ayam dari Bambu Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Jaman

Mediabogor.id, BOGOR- Wawan (46) salah satu dari sekian puluh pengrajin kurungan ayam dari bambu di Kampung Kukupu, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, yang masih bertahan untuk menjalankan usahanya di tengah kemajuan jaman.

Kampung ini, dari dulu memang terkenal sebagai sentra pembuat kurungan ayam dari bambu yang telah dijalani warga selama puluhan tahun. Hal itu, bisa terlihat di sejumlah rumah yang warganya sibuk menyerut bambu maupun merakit kurungan.

“Saya menggeluti usaha ini sudah lebih dari 20 tahun. Meski harus bersaing dengan benda-benda berbahan plastik dan almunium yang harganya lebih mahal, namun kerajinan anyaman bambu yang sangat ramah lingkungan ini mampu bertahan dan memiliki pembeli setia,”ungkapnya.

Wawan mengatakan, keterampilan membuat kurungan ini, ia pelajari dari orangtuanya yang dulu juga pengrajin kurungan ayam. Adapun jenis bambu yang dipakai yaitu bambu tali ditambah bahan paku, kawat, dan tali plastik. Ada tiga ukuran kurungan yang dibuat yakni yang berdiameter 60, 75, hingga 90 cm. Lebih besar dari itu juga dibuat tergantung pesanan.

“Dua batang bambu besar itu bisa jadi 3 kurungan. Sedangkan satu batang bambu kecil bisa buat satu kurungan. Yang mengerjakan saya sendiri tapi kadang dibantu sama istri. Dalam sebulan kurang lebih 72 kurungan saya buat. Per 10 hari sebanyak 24 buah saya kirim ke pengepul dengan harga satuannya Rp65 ribu,” kata Wawan.

Ia mengungkapkan, usaha ini sudah menjadi mata pencaharian tetapnya. Meski sepi pesanan dan penjualan di pasar tidak seramai dulu namun hasil yang didapat masih mencukupi untuk kebutuhan hidup keluarganya.

“Meski tidak ada pesanan, kurungan yang dibuat ini bisa ditawarkan ke penampung tiap 10 hari sekali dan hasil yang didapat lumayan. Dari pengepul nanti di pasarkan lagi ke wilayah Parung, Bojonggede, Depok, Jakarta, dan Bekasi. Paling sepi kalau lagi musim hujan aja,” terangnya.

Sementara itu, Iman Sofiyan selaku Ketua RW 07 Kampung Kukupu menjelaskan, bahwa usaha kurungan ayam ini adalah usaha turun temurun dan sudah berjalan selama puluhan tahun. Ya, sekitar tahun 70an usaha ini dijalankan warga. Pernah juga warga di kampung ini menjuarai lomba kerajinan tangan dari bambu tahun 2018.

“Kalau dulu hampir setiap rumah buat. Kalau sekarang yang masih meneruskan ada sekitar 30 KK. Kendalanya di modal, pemasaran, kalah saing dengan produk lain dan utamanya generasi yang meneruskan kerajinan tangan ini semakin berkurang. Karena anak-anak muda sekarang maunya bekerja diluar. Jarang yang mau usaha apalagi usaha tradisional seperti ini,” ungkapnya.

Iman menambahkan, sebenarnya banyak potensi di wilayah Kampung Kukupu ini. Selain pengrajin kurungan ayam, ada juga budidaya ikan hias, kurungan burung, sentra pembuatan layang-layang dan masih banyak lagi. Setidaknya bisa menjadi kampung tematik yang melestarikan kearifan lokal. Hanya karena kemajuan zaman sebagian warganya sudah beralih profesi,” imbuhnya. (Nick)