Pembangunan Alun-alun, 200 PKL di Taman Topi Kota Bogor Dibongkar

Pembangunan Alun-alun, 200 PKL di Taman Topi Kota Bogor Dibongkar

 


Mediabogor.id, BOGOR- Sebanyak 200 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berlokasi di jalan Dwi Sartika dibongkar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpolpp) Kota Bogor, Jawa Barat. Hal ini dilakukan, untuk mempercepat pembangunan alun-alun yang akan dimulai tahun depan. Para pedagangpun hanya bisa pasrah barang dagangannya diratakan sampa petugas.

 

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pembongkaran ini dalam rangka proses pembangunan alun-alun Kota Bogor, termasuk juga rencana kelanjutan pembangunan Masjid Agung Bogor.

 

“Jadi kita laksanakan persiapan-persiapannya, yang pertama tentu melakukan komunikasi yang efektif dengan para pedagang melalui ketua-ketua kelompok pedagang dan sudah mencapai kesepakatan, sehingga hari ini kita bongkar lapak-lapak PKL yang sudah puluhan tahun berdiri di sini,” ucap Dedie saat dilokasi pembongkaran lapak PKL di Jalan Dewi Sartika, Senin (2/12/19).

 

Ia menjelaskan, sebelum dibongkar tentu Pemkot Kota Bog9r sudah mencarikan solusi untuk tempat baru bagi PKL, sehingga setelah ditertibkan ini para pedagang akan direlokasikan ke tempat yang sudah disiapkan. Misalnya, pedagang besi yang di relokasi ke Pasar Merdeka, kemudian pedagang sepatu atau alas kaki di relokasi ke Jalan Nyi Raja Permas.

 

Selain itu, lanjut Dedie, pihaknya juga masih memikirkan untuk relokasi pedagang bunga. Namun, sebagai pertimbangan para pedagang bunga ini mungkin di relokasi ke Jalan Bina Marga.

 

“Artinya program-program ini adalah program kita bersama, program pemkot dengan masyarakat dan pedagang untuk bersama-sama menata kembali Kota Bogor menjadi lebih baik,” jelasnya.

 

Masih kata Dedie, setelah pembongkaran ini dilanjutkan dengan normalisasi atau memulihkan kembali fungsi trotoar dan drainase yang selama ini tertutup sampah akibat adanya PKL yang berdiri selama berpuluh-puluh tahun.

 

“Jadi, yang perlu dipahami pembongkaran PKL ini juga untuk memulihkan kembali drainase yang selama ini tertutup oleh sampah berpuluh-puluh tahun,” pungkasnya. (Nick)