Mendikbud RI Nadiem Makarim : Ingin Semua Anak Belajar Tatap Muka Bukan PJJ   

Mendikbud RI Nadiem Makarim : Ingin Semua Anak Belajar Tatap Muka Bukan PJJ

 

Mediabogor.id, BOGOR- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim menyatakan, dirinya selalu mendengar dalam kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masalah pertama yang dialami orang tua adalah biaya kuota atau pulsa dan kedua adalah kurikulum.

“Untuk pencapaian semua kurikulum itu sangat sulit dimasa PJJ, dan masalah kuota, ada juga kesulitan dalam aspek Teknologi informasi komunikasi (TIK),” katanya, saat mengunjungi beberapa sekolah di Kota Bogor, antara lain SDN Polisi 1, SMP Regina Pacis, SMP Al Ghazali dan SMP Muhammadiyah.

Ia menginginkan, semua anak belajar tatap muka. PJJ ini bukan kebijakan pemerintah, tapi PJJ ini dilakukan karena terpasksa, sebab pilihannya ada pembelajaran atau tidak ada pembelajaran sama sekali karena krisis kesehatan.

“Jadi PJJ itu bukan suatu yang diinginkan sama sekali dan kita ingin secepat mungkin anak anak kembali ke sekolah, karena tidak ada yang bisa menggantikan pembelajaran tatap muka, disitu kita bisa melihat emosi anak, bisa merasakan energi anak sehingga kita bisa melihat dia lagi sehat,” jelasnya.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya, Sugiarto menuturkan diluar sana masih menemukan banyak sekali persoalan seperti infrastruktur, perasalan kurikulum, disini gurunya sangat inovatif dan kreatif taoi banyak yg mati gaya mau ngaoain lagi karena kualitas sdm nya sanagat berbeda, masalah keuangan dam masalah keuangan.

Untuk Infrastruktur, lanjut Bima pemkot Bogor akan mengalokasikan di anggaran perubahan dan anggaran tahun 2021.

“Saya perintahkan diskominfo mengecek daerah mana yang infrastruktnya perlu kita intervensi dana, kita akan bangun supaya aksesnya sama,” tandasnya. (Nick)