Mari, Mencari Tahu Cara Mengobati Flu Singapura

Mari, Mencari Tahu Cara Mengobati Flu Singapura

Selain dikenal sebagai destinasi berbelanja, Singapura juga dikatikan dengan salah satu jenis penyakit yang sempat mewabah di kawasan Asia. Bagi Anda yang masih ingat, Flu Singapura sempat menghebohkan negara-negara di Asia pada tahun 2008 karena menjadi wabah dengan angka kasus mencapai ribuan di negara Singapura dan Republik Rakyat Cina.

Memang, biasanya wabah Flu Singapura merebak dalam skala kecil, seperti dalam satu lingkungan taman kanak-kanak. Karenanya, jika ada salah satu teman dari anak yang mengalami gejala wabah ini, segeralah lakukan pengobatan agar si kecil tak sampai ikut terjangkit.
Sebab, meskipun gejala yang muncul terkesan biasa, namun wabah ini terbukti dapat menyebabkan kematian, lho.

Pertama, bagaimana pencegahannya?

Flu Singapura, yang juga dikenal dengan Hand Foot and Mouth Disease (HFMD), disebabkan oleh infeksi dari sekelompok virus dalam genus Enterovirus yang berbeda-beda. Perlu diketahui kalau virus ini sangatlah mudah tertular di antara anak-anak, seperti lewat air liur, feses, air seni, maupun nanah dari lepuhan yang muncul bersama kasus ini.

Karenanya, Anda harus benar-benar memperhatikan kesehatan dan kebersihan si kecil, dengan langkah-langkah berikut :

  • Jaga agar si kecil tidak melakukan kontak dengan anak yang telah terinfeksi HFMD.
  • Selalu ingatkan si kecil untuk mencuci tangannya secera berkala.
  • Ajari ia untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air secara teratur, sehabis memegang apapun di tempat-tempat umum.
  • Jika perlu, bawalah antiseptik pencuci tangan yang mengandung alkohol.
  • Beritahu si kecil untuk tidak sembarangan memegang benda-benda di ruang-ruang publik
  • Bersihkan mainan dan peralatan makannya secara teratur, jika perlu dengan menggunakan disinfektan.
  • Jika si kecil sudah terkena gejala-gejala HFMD, segeralah bawa ia ke dokter, ahli medis, atau klinik terdekat.
  • Jangan lupa, liburkan dahulu kegiatan-kegiatannya di luar rumah, seperti sekolah, playgroup, atau kelas seni dan musiknya.
  • Tujuannya adalah agar si kecil tidak ikut menularkan penyakitnya ke teman-temannya.

Kedua, bagaimana pengobatan yang tepat?

Dalam kebanyakan kasus, Flu Singapura akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun setelah 7 – 10 hari sejak gejala pertama muncul. Meski begitu, biasanya dokter akan memberikan resep pengobatan agar dapat mengurangi gejala-gejala yang timbul, seperti :

  • Obat pereda nyeri, Obat berbentuk sirup sebagai pereda radang tenggorokan, serta
  • Salep topikal untuk mengobati ruam dan lepuhan yang muncul.

Di samping resep dokter di atas, Anda dapat pula membantu dalam meredakan gejala-gejala yang timbul melalui cara-cara sederhana, seperti :

  • Memberikan minum air mineral demi mengurangi gejala radang tenggorokan.
  • Jangan memberikan makanan pedas kepada anak, seperti makanan yang mengandung sambal.
  • Jangan pula memberikannya minuman yang bersifat asam seperti jus jeruk, jus lemon, dan soda. Sebab, keduanya hanya akan membuat peradangan bertabah parah.

Sambil melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengobatan di atas, jangan lupakan diri Anda ya, moms! Meskipun virus tersebut tidak mudah menyerang orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih baik, namun ada pula kasus di mana seseorang di atas 20 tahun pun ikut tertular. Karenanya, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan Anda setelah memegang lepuhan dan ruam di tubuh si kecil, maupun mengganti baju dan popoknya.