Lihat Warga BAB di Sungai, Lurah Babakan Pasar Teriak

mediabogor.com, Bogor – Lurah Babakan Pasar, Rena Da Frina menyoroti kebiasaan warga yang masih melakukan buang air besar (BAB) di sungai. Tak segan-segan lurah yang baru menjabat tiga minggu di Kelurahan Babakan Pasar ini, meneriaki warga yang kedapatan BAB di sungai saat ia keliling wilayah.

“Tiga minggu saya bertugas di Babakan Pasar, hampir setiap hari saya menemukan warga yang masih buang air besar di kali. Saya menyebutnya moli atau modol di kali,” kata Rena usai bebersih Sungai Ciliwung di wilayah Babakan Pasar, Kamis (18/7/2019).


Dikatakan Rena, waktu ia memegang wilayah Sempur, moli banyak dilakukan oleh warga pendatang. Sedangkan di Babakan Pasar, moli dilakukan oleh warga setempat. Itu dilakukan bukan karena tidak memiliki toilet atau MCK tapi karena habit atau kebiasaan. Kalau mau moli tinggal turun ke sungai. Rata-rata yang melakukan moli itu usia 50 tahun ke atas baik itu laki-laki maupun perempuan. Ini biasanya dilakukan di jam pagi atau sore hari. Karena sudah kebiasaan juga jadinya mereka merasa moli di sungai lebih enak, nikmat, dan nyaman.

“Kalau kedapatan ada yang moli pasti saya teriakin mau dia denger atau tidak yang penting saya teriakin saya tegur langsung. Setelah dia moli, saya samperin. Makanya kita tahu latarbelakang mereka moli itu apa,” ujarnya.

Dilarangnya moli di sungai, menurut Rena, karena kotoran yang dibuang mengandung bakteri yang sangat banyak. Dampaknya, bakteri berbahaya itu pasti nyampur dengan air yang dipakai warga untuk mandi dan mencuci di sungai.

“Biarpun air sungai sedang surut tetap saja molinya jalan terus. Jadi, molinya juga tidak terbawa arus. Apalagi kalo airnya sedang banyak. Makin enak warga moli di sungai,” ungkapnya.

Untuk mengedukasi warga, sambung Rena, ia rutin berkeliling melakukan sosialisasi. “Kita sosialisasi dulu, buat efek jera dulu. Kalau ga mempan baru kita buat regulasinya seperti apa sesuai aturan. Kalau perlu yang moli-moli itu, kita foto terus kita tempel foto itu di kelurahan atau di pos RT RW biar ada efek jera bahwa itu tidak benar,” tandasnya. (*/d)