Kecamatan Tanah Sareal Kembali Raih Juara Umum Pertama MTQ ke 38

mediabogor.com, Bogor – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 tingkat Kota Bogor tahun 2019 resmi ditutup. Event yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 8-11 Oktober di Masjid Roosniah Al Ahmad BNR, Bogor Selatan, Kota Bogor itu, ditandai dengan penyerahan piala penghargaan kepada para pemenang oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Dalam sambutannya, Bima menyampaikan, satu point penting dari MTQ ini yaitu memiliki dampak bagi hal-hal substantif di Kota Bogor. Kemarin ada peristiwa yang sangat menggegerkan yaitu penyerangan kepada Menkopolhukam Wiranto. Yang mana pelakunya diduga terpapar Islam radikalisme.

Menurut Bima, hal itu bisa disebabkan karena tidak lagi memahami Islam sebagai agama yang Rahmataan lil alamin. Termasuk cara pandang dan pemahamannya terhadap tafsir Alquran yang jauh menyimpang. Ia pun meminta jangan memandang MTQ hanya sebagai acara rutin dan lomba semata, tetapi jadikan MTQ sebagai agama yang Rahmataan lil alamin bagi umat Islam Indonesia khususnya di Kota Bogor.

“Tugas kita bukan hanya mencetak quro, hafidz yang berprestasi saja, tapi yang benar-benar memahami tafsirnya secara luas yang membawa kesejukan bagi semua. Saya punya harapan bersama para aparatur wilayah bisa mendeteksi hal-hal seperti itu tidak terjadi. Jangan beri ruang hal-hal yang merusak tumbuh di kota ini dan bangsa ini,” kata Bima, Jumat (11/10/19).

Sementara, Ketua Bidang Kehakiman MTQ Kota Bogor, Lukman Hakim menyampaikan, di MTQ ke 38 ini, juara umum pertama diraih oleh Kecamatan Tanah Sareal disusuk juara terbaik kedua diraih Kecamatan Bogor Barat. Lalu peringkat ketiga diraih Kecamatan Bogor Tengah. Bogor Timur peringkat ke empat, Bogor Selatan peringkat kelima dan Bogor Utara peringkat keenam.

“Ke depannya setelah MTQ tingkat kota ini, para peserta terbaik satu akan kita ikut sertakan pada MTQ tingkat Jawa Barat di Kabupaten Subang pada Maret atau April 2020 mendatang,” katanya.

Ia menjelaskan, total seluruh peserta yang mengikuti MTQ ini ada 700 peserta dari enam kecamatan. Ada delapan cabang yang di musobaqoh kan yaitu cabang tilawah, cabang kiroat, cabang Hifzil Alquran, tafsir Alquran, cabang kaligrafi Alquran, fahmil Alquran atau cerdas cermat, sarhil Alquran, dan makalah ilmiah Alquran.

“Harapan kami adalah setelah MTQ ini selesai peserta terbaik pada tahun ini bisa meraih peringkat terbaik juga pada pula pada tingkat provinsi Jawa barat,” harapnya. (*/d)