HASMI Peduli Bagikan Sarung dan Celana Untuk Anak Punk Mengaji dan Salat

mediabogor.com, Bogor – Himpunan Ahlussunnah Untuk Masyarakat Islami (HASMI) Peduli membagikan sejumlah sarung dan celana kepada puluhan anak Punk di wilayah Pancasan, Kota Bogor, Jumat (11/10/19). Gugum mewakili komunitas Punkcasan mengucapkan terima kasih kepada HASMI Bogor dan pihak-pihak lainnya yang mau membantu komunitas ini menjadi lebih baik. “Sesuai taglinenya “Pantang Mundur Menuju Kebaikan”. Menjadi baik butuh proses. Maka kita pun menjalani proses ini untuk menjadi baik,” ucapnya.

Di sela kegiatan, Ketua HASMI Bogor, Budi Ja’far menuturkan, pembagian sarung dan celana ini adalah untuk mendukung kegiatan mereka mengaji dan salat. “Harapan kita ini bisa dipakai ibadah baik salat maupun mengaji. Karena mereka kan ada pengajian rutin. Setelah pengajian itu, kita bisa salat berjamaah,” kata Budi.

Budi melanjutkan, alasan dipilihnya komunitas Punk, karena ingin menghapus stigma negatif masyarakat kepada anak Punk yang acap kali di pandang sebelah mata. “Kita ingin stigma negatif itu hilang dan berbalik menjadi positif. Mereka juga saudara seiman kita dan mereka pun bisa berubah menjadi manusia yang baik. Hijrah itu membutuhkan proses dan kita ingin bersama sama menjadi orang yang lebih baik,” jelasnya.

Melihat keinginan dan semangat teman-teman Punkcasan untuk belajar menjadi baik, dirinya dibantu beberapa ustad menjalankan program Gergaji (Gerakan Gemar Mengaji). Ia menjelaskan, metode pembelajaran yang digunakan adalah metode cepat cara membaca Alquran yakni melalui metode Tsaqifa, metode al Barqi dan Iqra. Dengan kolaborasi tiga metode itu, diharapkan mereka bisa mengenal huruf hijaiyah dan mampu membaca Alquran dengan cepat.

“Lama pembelajaran biasanya satu jam setiap Selasa dan Jumat, ba’da dzuhur hingga ashar. Alhamdulillah kita dibantu oleh managemen Lotus yang memfasilitasi tempat untuk kita menggelar kegiatan. Jika mereka bersungguh-sungguh dalam belajarnya maka saya targetkan dalam 1-2 bulan ke depan mereka sudah bisa membaca Alquran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ikhtiar ini tetap ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya mereka semangat belajar mengaji. Kekurangannya belum punya rumah singgah yang permanen untuk mereka beraktifitas belajar.

“Semoga ada donatur maupun dermawan yang bisa bersinergi membantu teman-teman Punkcasan ini. Kita harapkan dengan belajar Alquran ini, Allah SWT memberikan mereka hidayah dan pahala serta di hari kiamat nanti Alquran ini memberikan safaat kepada mereka,” harapnya sambil mendoakan. (*/d)