GMD Gerindra Berikan Pendidikan Politik Kepada Kader Posyandu

GMD Gerindra Berikan Pendidikan Politik Kepada Kader Posyandu

MediaBogor.com, Bogor – Setalah Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto meluncurkan buku berjudul Paradoks Indonesia. Buku tersebut dibuat sebagai bentuk kritikan yang membangun untuk pemerintahan.

Maka dari itu partai Gerindra melalui Gerindra Masa Depan (GMD) memberikan pendidikan politik yang di beri nama Paradoks Indonesia kepada kader Posyandu Gang Bengkong Rt 04 Rw 10,Kelurahan Gunung Batu,Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Senin (23/4/18).

Salah satu anggota GMD, Muhammad Dimas Anugrah mengatakan, pada intinya Paradoks ini adalah pendidikan politik untuk pembekalan bahwa masyarakat harus bisa memilih pemimpin yang lebih baik pada pemilu 2019 nanti.

“Sebenarnya Indonesia ini kaya.dari Sabang sampai Merauke tidak ada satu pun pulau yang tidak memiliki kekayaan sendiri. Tetapi kenapa masyarakatnya banyak yang masih miskin,masih banyak pengangguran serta bahan pokok dan BBM masih tinggi harganya yang akhirnya mencekik masyarakat yang pendapatannya di bawah standar dari yang di tentukan pemerintah, jadi masyarakat kita berikan pendidikan politik agar masyarakat bisa memilih pemimpin yang lebih baik,” ucap Dimas.

Pendidikan paradoks ini menurut Indra tidak hanya pendidikan politk semata tetapi pendidikan politik yang mendasarkan dari nilai sosial,ekonomi, pedidikan dan kesehatan.

“Pendidikan paradoks ini adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh partai Gerindra di enam kecamatan di Kota Bogor, dan ini kegiatan pertama yang di lakukan di kelurahan Gunung Batu,” Jelasnya.

Selain pendidikan politik paradoks,kata Dimas, partai Gerinda juga memiliki kegiatan lain yakni Revolusi putih.

“Revolusi putih adalah pembagian susu gratis untuk anak usia 3 – 10 tahun,” paparnya.

Sementara, Wiwin salah satu kader Posyandu mengatakan, sebagai kaum perempuan dengan adanya pendidikan paradoks ini jadi menambah wawasan kita tentang politik.

“Saya berharap partai Gerinda kedepannya sosialisasinya lebih gencar lagi, karena ini pertama kali kita di beri pendidikan politik oleh partai,” tandasnya.