Fenomena Udara Panas di Bogor, Ini Kata Kepala Stasiun BMKG Citeko-Bogor

mediabogor.com, Bogor –Dalam 2 hari terakhir udara dirasakan sangat panas dan tidak nyaman. Data suhu maksimum di Puncak, Kabupaten Bogor kemarin Senin tanggal 21 Oktober 2019 tercatat 30.3°C dengan kelembaban udara 27% (sangat kering). Tidak hanya di Puncak, di Kota Bogor suhu udara tercatat hingga 36°C. Di tempat lain seperti Jakarta, Bekasi dan tempat-tempat lain pun merasakan udara panas menyengat ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Citeko – Bogor, Asep Firman Ilahi menjelaskan, udara terasa panas saat ini disebabkan oleh posisi Matahari yang baru saja bergulir ke Selatan setelah berada tegak lurus pengamat di pulau Jawa. Ditambah lagi dengan peluang hujan yang masih rendah karena aliran masa udara dari Timuran masih kuat, sehingga mempersulit pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini, menyebabkan kelembaban udara di permukaan sangat rendah. Suhu udara tinggi dan kelembaban rendah menyebabkan udara gerah, panas menyengat dan sangat tidak nyaman.


“Dalam 2-3 hari ini, akan sama cuacanya. Mudah-mudahan hari ke 3-4 sudah turun hujan,” terangnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/10/19).

Ia menerangkan, bagi masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan, kondisi ini menyebabkan bibir pecah-pecah, tenggorokan kering dan dehidrasi. Disarankan bagi masyarakat agar banyak mengkonsumsi cairan yang cukup agar terhindar dari dehidrasi. Selain itu, menjaga asupan makanan sehat serta buah-buahan juga supaya dapat mencegah terserang dehidrasi akibat cuaca panas.

“Pada saat cuaca cerah dan pertumbuhan awan berkurang, tingkat radiasi Matahari yang masuk ke permukaan bumi juga akan meningkat dalam semua panjang gelombang. Radiasi Ultraviolet Alfa dan Beta (UV-A dan UV-B) keduanya merupakan jenis radiasi berbahaya bagi kesehatan. Disarankan bagi wanita agar menggunakan tabir surya untuk memperkecil dampak terpaparnya radiasi UV-A dan UV-B ini,” ungkapnya. (*/d)