Diduga Menista Agama, Aliansi Umat Islam Bogor Minta Aparat Tangkap Sukmawati

Mediabogor, BOGOR – Pernyataan Sukmawati Soekarnoputri Putri dalam sebuah diskusi bertema “Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme”, pada Senin (11/11) lalu, terus mendapat reaksi dari berbagai kalangan. Aliansi Umat Islam Bogor menggelar aksi damai di depan Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat.

Ustadz Khoirul Zaman mengatakan, bahwa dalam Islam harus mengimani kenabian Muhamamad SAW dan harus diikuti dengan mencintai dan memuliakan sosoknya. Mencintai baginda Nabi SAW bukanlah sebagaimana mencintai sesama insan. Kecintaan seorang muslim kepada beliau harus di atas kecintaan kepada yang lain, baik itu harta, kedudukan, jabatan, keluarga bahkan dirinya sendiri. Belum sempurna keimanan seseorang bila masih ada kecintaan yang melebihi kecintaan kepada Baginda Nabi SAW bersabda:


Belum sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia menjadikan aku lebih dicintai daripada orangtuanya, anaknya dan segenap manusia (HR al-Bukhari).

Selain itu, menurut Khoirul, bahwa mencintai Rasulullah SAW merupakan kewajiban dan kebaikan yang amat luhur, maka menista (istihza’) terhadap kemuliaan beliau adalah dosa besar. Allah SWT berfirman, Orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih (TQS at-Taubah [9]: 61).

Bahwa para ulama telah menjelaskan mengenai bentuk-bentuk hujatan kepada Nabi SAW, yaitu mencela, mencari-cari kesalahan, menganggap pada diri Rasul SAW ada kekurangan; mencela nasab (keturunan) dan pelaksanaan agamanya; juga menjelek-jelekkan salah satu sifatnya yang mulia; menentang atau mensejajarkan Rasulullah SAW dengan orang lain dengan niat untuk mencela, menghina, mengkerdilkan, menjelek-jelekkan dan mencari-cari kesalahannya,” kata Khoirul dalam rilisnya.

Karena itu jika Sukmawati membandingkan Nabi SAW dengan orang lain dengan maksud merendahkan beliau SAW, dapat dinilai dan/atau dikategorikan sebagai bentuk penistaan dan/atau merendahkan Rasulullah SAW.

“Bahwa penistaan dan/atau merendahkan marwah Nabi SAW terus berulang karena banyak Muslim dan tokoh-tokohnya memilih diam. Mereka berpikir bahwa diam dan bersabar ketika Nabi SAW dinista adalah sebuah kebaikan. Padahal bungkamnya mereka membuat penistaan ini kian menjadi-jadi.

Mereka pun sebenarnya akan turut berdosa karena mendiamkan kemungkaran.

Masih kata Khoirul, Bahwa penistaan terhadap Nabi SAW juga terjadi karena prinsip kebebasan berbicara yang diberikan oleh sekularisme-liberalisme yang memberikan panggung kepada orang-orang yang mendengki untuk terus menyerang Islam.

Dikarenakan dugaan proses hukum terhadap mereka yang diduga melakukan penistaan agama dan/atau penistaan terhadap Marwah Rasulullah SAW belum juga diproses,” bebernya.

Bahwa kami menuntut kepada aparat penegak hukum untuk menangkap dan menghukum Sukmawati Soekarnoputri atas perbuatannya yang dapat dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Bahwa kami mengajak kepada seluruh umat Islam untuk terus berjuang menegakkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga kehormatan Islam dan kaum Muslim dapat terjaga dari tindakan jahat orang-orang yang tidak senang dengan Islam,” imbuhnya. (Nick)!