Berdamai dengan Corona Solusikah?

Berdamai dengan Corona Solusikah?

 

Mediabogor.com, BOGOR – Ada-ada saja statemen yang dikeluarkan oleh kepala negara kita. Pak Presiden kembali melontarkan diksi yang membingungkan dan menegaskan inkonsistensi kebijakannya. Seruannya adalah agar ‘hidup damai’ dengan corona. Padahal faktanya belum ditemukan vaksin. Hal ini menegaskan bahwa pemerintah sedang berlepas tangan dalam penanganan wabah. Tenaga medis dibiarkan maju ke medan perang dan rakyat dilepaskan ke rimba belantara tanpa perlindungan. Ini bentuk kedzaliman luar biasa. Lagi-lagi rakyat dijadikan tumbal.

Bandingkan dengan bagaimana pemerintahan Islam menangani wabah. Rasulullah Saw pernah bersabda jika ada suatu wilayah terkena wabah larikah kalian seperti melihat seekor singa. Hal ini menandakan bahwa Rasulullah Saw memberikan perintah untuk tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi. Dengan cara optimal menghindari orang yang terkena virus.

Kholifah Umar bin Khattab pun melakukan tindakan yang luar biasa. Di masa pandemi beliau meminta para warganya untuk stay at home dan berhati-hati saat bermuamalah. Selain itu beliau meminta para gubernur untuk memberikan kesediaan makanan kepada warganya yang mengalami krisis kelaparan karena paceklik.

Beliau meminta para sahabat yang kaya raya untuk mengingatkan seluruh hartanya supaya perekonomian Daulah khilafah tetap stabil. Justru mengherankan jika warga diminta berdamai dengan virus. Karena itu membahayakan warga dan membuat korban virus bertambah. Seharusnya upaya yang dilakukan pemerintah adalah sungguh-sungguh menemukan vaksin Corona. Selain itu menjaga kesehatan warga tetap memiliki imun yang kuat sehingga tidak mudah terpapar virus.

Rasulullah ﷺ bersabda,
إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ، وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ
“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu (laksana) perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya. Jika seorang imam (Khalifah) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ’azza wajalla dan berlaku adil, maka dia (khalifah) mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad).
.
Tidakkah penguasa kali ini memikirkan perjuangan tenaga medis. Harus sampai kapan mereka menggunakan APD yang tidak nyaman seperti itu. Harus sampai kapan mereka sholat menggunakan APD seperti itu. Harus sampai kapan mereka terpaksa terpisah dari keluarga yang mereka cintai karena khawatir mereka membawa virus tersebut jika pulang ke rumahnya masing-masing. Pekalah. Jangan egois hanya memikirkan kepentingan sendiri dan pihak-pihak tertentu saja. Ingatlah siksa Akhirat sangat pedih.

Betul sabda Rasulullah Saw bahwa akan datang masa dipimpin oleh ruwaibidhah yakni pemimpin yang bodoh memimpin urusan umat. Yakni pemimpin masa sekarang yang rela menjadikan rakyatnya menjadi tumbal. Maka dari itu tim medis kecewa besar dengan menampilkam hastag Indonesia terserah.

Penulis: Siti Wilda Malik
Asal: Bogor/IRT