Berburu Barang Bekas di Mal Rongsok Bogor

mediabogor.com, Bogor – Mal yang satu ini, sangat berbeda dari mal-mal lainnya. Jika umumnya mal atau pusat perbelanjaan modern menjual barang-barang baru, bermerk dan berkualitas bagus dengan tempat yang mewah dan ber-AC, namun mal ini, menjual barang-barang bekas atau barang rongsokan. Namanya Mal Rongsok 3 yang berlokasi di Ciluar, Bogor.

Menempati gedung Plaza Duaraja, di bagian depan bangunan, terpasang spanduk berwarna merah dan putih dengan tulisan ‘Mall Rongsok 3 Cabang Ciluar Bogor. Sesuai dengan namanya, tempat itu, menjadi pusat penjualan barang-barang bekas.

Melihat bagian dalam, ada ribuan barang-barang bekas yang tersimpan di sini. Barang-barang tersebut dikelompokkan berdasarkan jenisnya dan ditata rapi. Meski tak senyaman mal-mal lainnya, namun barang-barang rongsok yang dijual di sini bisa dibilang masih layak digunakan sesuai fungsinya. Mulai dari onderdil, aksesoris, funiture untuk keperluan rumah tangga, kantor, tempat usaha, sampai elektronik. Semua ada kecuali pakaian.

Salah satu karyawan Mal Rongsok 3, Ucup mengatakan, ini adalah cabang ketiga. Pertama di Depok sebagai pusatnya. Kedua di Cinere. Di Bogor, Mal Rongsok ini, sudah berjalan sekitar tiga tahun.

Ia menjelaskan, sama seperti di mal pada umumnya, pengunjung bebas memilih barang yang mau dibeli. Barang yang dijual cukup lengkap dari tahun 80an sampai sekarang. Rata-rata barang yang dijual disini didominasi oleh funiture dan elektronik. Seperti lemari, kursi, sofa, loker besi, pernah-pernik, perkakas, DVD player, sound system, dispenser, kipas angin, televisi, dan masih banyak lagi. Semua barang tidak diberi lebel harga supaya pembeli dapat berinteraksi langsung dengan penjual.

Selain barang-barangnya yang beraneka macam, harga yang ditawarkan juga beragam dan jauh lebih murah. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu. Tidak ada barang yang harganya lebih dari satu juta. Dan harganya pun masih bisa ditawar sesuai kondisi dan keadaan barang.

“Kalau ada yang rusak dan bisa diperbaiki, ya, kita perbaiki. Tapi kalau tidak, ya, kita jual apa adanya. Untuk barang yang besar, kita sediakan mobil untuk mengantar barang ke tempat pembeli,” ucapnya, Selasa (17/9/19).

Ia menuturkan, mal ini, didirikan oleh Nurcholis Agi, pertama kali di Depok, sebagai alternatif tempat mencari barang bekas. Ini adalah cabangnya yang ketiga. Tidak ada barang baru, karena yang dijajakan di mal ini, adalah barang-barang bekas yang sudah masuk kategori rongsokan tapi kondisinya masih layak pakai. Biasanya, pembeli yang datang kesini itu, nyari barang yang murah namun kondisi serta fungsinya masih bagus. Di samping itu, ada juga yang mencari barang unik, langka, jadul, untuk koleksi. Biasanya para hobies barang jadul.

Barang-barang ini, kata Ucup, diperoleh dari hasil lelang barang-barang kantor, rumah, tempat usaha. Ada juga barang-barang yang diperoleh dari orang yang menjual barang bekasnya langsung ke mal. Untuk cabang Bogor itu khusus menjual saja. Kalau di Depok, itu bisa menerima orang yang menjual barang.

“Mal ini, buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Tips untuk pengunjung yang ingin membeli barang di mal ini, pengunjung harus teliti dan mencoba terlebih dahulu jika ingin membeli barang,” ungkapnya. (*/d)