Bagikan Buku Saku Wartawan, PWI Jabar Harap Wartawan Lebih Profesional Sesuai Hukum Pers

mediabogor.com, Bogor – Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat beserta jajaran pengurus melakukan kunjungan ke sekretariat PWI Kota Bogor pada Rabu (14/819). Kedatangan mereka disambut hangat Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti beserta jajaran pengurus.

Setibanya, Hilman Hidayat beserta jajaran pengurus menyempatkan diri melakukan peninjauan ke beberapa ruangan sekretariat termasuk Musala An Naba yang rencananya bakal direnovasi tahun ini.


Selepas itu, dilakukan pembahasan bersama terkait program kerja PWI ke depan. Masih dalam suasana penuh keakraban, juga dibahas berbagai permasalahan menyangkut dunia kewartawanan saat ini.

Hilman mengatakan, Kota Bogor merupakan kunjungan yang ke 13 dari seluruh sekretariat PWI yang ada di Jawa Barat. Kunjungan ini, tujuan utamanya adalah untuk menyerahkan buku saku wartawan dari dewan pers.

“Buku ini, merupakan buku panduan yang bagus sebagai pedoman wartawan agar lebih profesional sesuai dengan hukum-hukum pers di Indonesia. Buku ini juga memberikan semacam benteng serta perlindungan terhadap profesi wartawan agar terhindar dari delik-delik yang tidak perlu,” ujarnya.

Menurutnya, profesi wartawan sekarang ini memang memiliki tantangan yang berat. Apalagi dengan lahirnya Undang-Undang lain yang sebetulnya bersinggungan dengan profesi wartawan, seperti UU ITE, Peradilan Anak dan sebagainya. Jika wartawan tidak hati hati dan tidak profesional sesuai aturan, maka rawan terkena aduan atau delik pers.

“Nah, bagi yang sudah menjadi wartawan yang masuk kategori dari dewan pers, tentunya kalau ada karya jurnalistik kita yang di delik aduan atau delik pers bisa pakai hukum pers dari dewan pers. Tetapi jika belum memenuhi syarat dewan pers, profesi kita itu rawan dituntut oleh Undang-Undang yang lain. Misal upload di media sosial, bisa terkena UU ITE kalau memang kategori orang itu sebagai profesi wartawan tidak terpenuhi persyaratan dari dewan pers,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi ke daerah. Kepada rekan-rekan wartawan agar membaca berbagai aturan yang sudah dikeluarkan oleh dewan pers. Salah satunya, buku saku wartawan dari dewan pers.

“Peraturan dewan pers itu banyak. Kita tadi berikan buku saku agar dibagikan dan dipelajari. Kemudian disosialisasikan kepada rekan-rekan sebagai payung terhadap profesi kita dalam bekerja,” jelas Hilman.

Lebih jauh dijelaskan olehnya, bahwa tahun ini, PWI Pusat telah menggulirkan program teranyar yaitu PWI Peduli untuk diimplementasikan di daerah dengan membentuk tim khusus yang fokus terhadap kejadian bencana alam.

“Jadi, PWI Peduli digulirkan tahun ini oleh PWI Pusat dan mulai menggelinding ke daerah-daerah. PWI Peduli ini, semacam kepedulian kita kepada lingkungan sekitar. Misalnya, terjadi bencana alam di Indonesia, gunung meletus, tsunami dan lainnya, PWI ikut terlibat di sana secara aktif. Jadi, dengan adanya PWI Peduli kita punya tim khusus yang dibentuk di daerah terutama di fokuskan pada daerah rawan bencana,” pungkasnya. (*/d)